
Bergabunglah dengan ribuan peserta tryout CPNS yang telah meraih kesuksesan melalui platform kami
Materi TIU CPNS: Verbal, Numerik, dan Figural
Materi TIU CPNS Lengkap: Apa Saja yang Harus Dipelajari?
Kalau kamu baru mulai belajar materi TIU CPNS, jangan bayangkan isinya cuma hitung-hitungan. TIU justru punya tiga kelompok besar: verbal, numerik, dan figural. Di dalamnya masih ada lagi tipe seperti analogi, silogisme, logika analitis, deret angka, soal cerita, sampai pola gambar.
Gambaran Besar Materi TIU CPNS
Untuk CPNS, acuan resmi terakhir masih merujuk pada KepmenPANRB Nomor 321 Tahun 2024. Dokumen tersebut masih berstatus berlaku di JDIH Kementerian PANRB. Dalam pola SKD yang digunakan, TIU terbagi menjadi tiga kemampuan utama:
| Kelompok | Materi |
| Verbal | Analogi, Silogisme, Analitis |
| Numerik | Berhitung, Deret Angka, Perbandingan Kuantitatif, Soal Cerita |
| Figural | Analogi, Ketidaksamaan, Serial |
Kalau dihitung, ada 10 tipe materi utama yang perlu kamu kenali. Nah, sekarang kita bedah satu per satu.
Materi Verbal
Bagian verbal bukan tes kosakata semata. Fokusnya lebih banyak pada hubungan antar informasi dan penarikan kesimpulan.
Analogi
Analogi meminta kamu mencari hubungan antara dua kata atau konsep, lalu menerapkan pola hubungan yang sama pada pasangan berikutnya.
Contoh:
Mata : Melihat = Telinga : ...
Jawaban yang tepat adalah:
Mendengar
Hubungannya adalah organ dengan fungsinya.
Supaya lebih cepat, jangan langsung mencocokkan kata. Cari dulu jenis hubungannya:
- fungsi;
- bagian dan keseluruhan;
- sebab-akibat;
- alat dan kegunaan;
- bahan dan hasil;
- atau kategori.
Kalau pola hubungannya sudah ketemu, opsi biasanya lebih gampang dieliminasi.
Silogisme
Silogisme menguji kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan beberapa pernyataan.
Contoh:
Semua auditor memahami laporan keuangan.
Dina adalah auditor.
Maka:
Dina memahami laporan keuangan.
Kelihatannya simpel. Tapi soal aslinya bisa memakai:
- semua;
- sebagian;
- tidak ada;
- jika-maka;
- atau beberapa kelompok sekaligus.
Kesalahan paling umum adalah menambahkan asumsi yang tidak diberikan di soal. Kalau pernyataan hanya mengatakan “sebagian pegawai ikut pelatihan”, jangan berubah jadi “semua pegawai ikut pelatihan” hanya karena terdengar masuk akal.
Analitis
Analitis biasanya terasa lebih panjang karena kamu harus mengolah beberapa aturan sekaligus. Misalnya:
- A harus duduk sebelum B;
- C tidak boleh berdampingan dengan D;
- E harus berada setelah A.
Lalu kamu diminta menentukan susunan yang mungkin. Kuncinya bukan mencoba semua kombinasi satu per satu. Lebih efektif kalau kamu mengubah informasi menjadi:
- tabel;
- urutan;
- simbol;
- atau sketsa sederhana.
Ini memang butuh latihan. Semakin sering ketemu pola, semakin cepat otak membaca struktur soalnya.
Baca Juga: Kalau ingin langsung menguji tiga tipe verbal ini, kamu bisa lanjut ke 50 contoh soal TIU CPNS 2026 dan pembahasan.
Materi Numerik
Kalau verbal bermain dengan kata dan hubungan logis, numerik memakai angka. Tapi jangan langsung panik. Sebagian besar soal numerik TIU lebih banyak menguji kecepatan membaca pola dan memilih cara hitung yang efisien, bukan matematika tingkat tinggi.
Berhitung
Bagian ini mencakup operasi hitung dasar seperti:
- penjumlahan;
- pengurangan;
- perkalian;
- pembagian;
- pecahan;
- persen;
- dan operasi campuran.
Contoh sederhana:
25% dari 360 = ?
Karena:
25% = 1/4
maka:
360 ÷ 4 = 90
Jawabannya 90.
Saat latihan, biasakan cari bentuk paling cepat. Kalau bisa pakai pecahan sederhana, tidak perlu memaksakan hitungan desimal panjang.
Deret Angka
Deret angka sering jadi bagian yang paling bikin peserta berhenti lama.
Contoh:
2, 6, 12, 20, 30, ...
Coba lihat selisihnya:
+4, +6, +8, +10
Berarti berikutnya:
+12
Jawaban:
42
Polanya bisa berupa:
- penjumlahan;
- pengurangan;
- perkalian;
- pembagian;
- selisih bertingkat;
- bilangan berpangkat;
- dua pola bergantian;
- atau kombinasi beberapa pola.
Yang perlu dilatih bukan menghafal deret, tetapi membangun kebiasaan:
cek selisih → cek perkalian → cek pola bergantian → baru coba pola yang lebih kompleks. Kalau mau belajar khusus bagian ini, kamu bisa buka materi numerik deret TIU.
Perbandingan Kuantitatif
Di sini kamu membandingkan dua nilai atau dua besaran.
Misalnya:
P = 25% × 400
Q = 20% × 500
P: 100
Q: 100
Jadi:
P = Q
Kesalahan yang sering terjadi adalah menghitung terlalu panjang padahal hubungannya bisa diketahui lebih cepat. Biasakan menyederhanakan angka sebelum melakukan operasi.
Soal Cerita
Soal cerita menggabungkan kemampuan membaca dan berhitung. Konteksnya bisa berupa:
- umur;
- kecepatan;
- jarak;
- waktu;
- pekerjaan;
- untung-rugi;
- perbandingan;
- atau persentase.
Contoh:
Sebuah pekerjaan selesai dalam 12 hari oleh 4 orang. Jika produktivitas setiap orang sama, berapa lama pekerjaan itu selesai jika dikerjakan 8 orang? Karena pekerjanya menjadi dua kali lipat:
12 ÷ 2 = 6 hari
Tantangannya seringkali bukan rumus, namun gagal menerjemahkan kalimat menjadi hubungan angka.
Materi Figural
Figural menguji kemampuan menemukan pola menggunakan gambar. Buat yang terbiasa numerik, bagian ini kadang malah terasa lebih ringan. Tapi buat sebagian peserta, satu gambar bisa bikin ditatap lebih lama daripada chat yang nggak dibalas.
Analogi Figural
Prinsipnya sama seperti analogi verbal.
Kamu melihat perubahan:
Gambar A → Gambar B
lalu menerapkan aturan tersebut pada:
Gambar C → ?
Perubahan bisa berupa:
- rotasi;
- pencerminan;
- penambahan objek;
- pengurangan objek;
- perubahan posisi;
- atau perubahan arsiran.
Tipsnya: jangan lihat gambar sebagai satu kesatuan. Pecah jadi elemen kecil.
Ketidaksamaan
Di sini kamu mencari satu gambar yang tidak mengikuti pola kelompok lainnya. Perhatikan detail seperti:
- jumlah garis;
- arah;
- bentuk;
- posisi titik;
- arsiran;
- simetri;
- dan rotasi.
Kalau empat gambar punya pola yang sama dan satu berbeda sedikit, itulah yang dicari.
Serial
Serial adalah “deret angka versi gambar”. Kamu perlu melihat bagaimana objek berubah dari satu tahap ke tahap berikutnya. Misalnya:
- berputar 90 derajat;
- jumlah elemen bertambah satu;
- warna berpindah posisi;
- atau dua pola terjadi secara bergantian.
Kalau figural masih sulit dibaca, kamu bisa pelajari ketiga jenisnya lewat materi figural TIU CPNS.
Materi TIU Mana yang Biasanya Paling Menguras Waktu?
Jawabannya beda-beda untuk setiap orang. Ada yang cepat di deret tapi lambat di silogisme. Ada yang nyaman dengan soal cerita, tapi butuh waktu lama untuk figural. Makanya, jangan menentukan prioritas belajar hanya berdasarkan anggapan: “Katanya deret paling susah.”
Lihat hasilmu sendiri. Misalnya dari latihan:
| Materi | Akurasi | Waktu |
| Analogi | 90% | Cepat |
| Silogisme | 80% | Sedang |
| Analitis | 65% | Lambat |
| Berhitung | 85% | Cepat |
| Deret | 55% | Sangat lambat |
| Perbandingan | 75% | Sedang |
| Soal Cerita | 60% | Lambat |
| Figural | 80% | Sedang |
Dari sini, deret memang perlu prioritas. Tapi analitis dan soal cerita juga nggak boleh diabaikan karena waktunya masih terlalu lama.
Itu jauh lebih informatif daripada sekadar melihat:
“Nilai TIU-ku 105.”
Cara Menentukan Materi TIU yang Harus Diprioritaskan
Coba gunakan dua indikator sekaligus: akurasi dan waktu pengerjaan.
Hasil latihan bisa dibagi menjadi empat kondisi:
| Kondisi | Artinya |
| Akurat + cepat | Sudah cukup kuat |
| Akurat + lambat | Perlu latihan kecepatan |
| Tidak akurat + cepat | Perlu perbaikan ketelitian/konsep |
| Tidak akurat + lambat | Prioritas utama belajar |
Misalnya kamu benar 9 dari 10 soal deret, tapi butuh waktu sangat lama.
Berarti masalahmu bukan konsep. Masalahnya kecepatan mengenali pola.
Sebaliknya, kalau cepat tetapi cuma benar 4 dari 10, jangan sekadar mencoba mengerjakan lebih cepat lagi. Kembali ke dasar polanya.
Yang menarik: di tes-cpns.com, hasil latihan dan tryout juga dianalisis untuk memberikan rekomendasi serta jadwal belajar harian berdasarkan performa. Jadi kalau deret masih lemah sementara analogi sudah stabil, fokus belajar berikutnya bisa diarahkan ke bagian yang memang lebih membutuhkan latihan.
Strategi Belajar TIU per Jenis Soal
Belajar TIU lebih efektif kalau metodenya menyesuaikan jenis soal.
- Untuk analogi, perbanyak latihan mengenali jenis hubungan.
- Untuk silogisme, fokus pada aturan penarikan kesimpulan dan jangan menambahkan asumsi.
- Untuk analitis, biasakan membuat tabel atau simbol supaya informasi panjang jadi lebih sederhana.
- Untuk berhitung, latih operasi dasar sampai tidak banyak membuang waktu.
- Untuk deret, bangun urutan pengecekan pola yang konsisten.
- Untuk soal cerita, latih kemampuan mengubah narasi menjadi model matematika.
- Untuk figural, biasakan memeriksa rotasi, posisi, jumlah elemen, dan arsiran secara sistematis.
Jadi tidak semua TIU perlu dipelajari dengan cara:
baca rumus → hafalkan → kerjakan soal.
Beberapa tipe justru lebih cepat berkembang lewat drilling berulang.
Kamu bisa menggunakan latihan soal CPNS berdasarkan subkategori supaya sesi latihan nggak selalu tercampur.
Berapa Jumlah Soal dan Skor Maksimal TIU?
Pada pola SKD CPNS terakhir, TIU terdiri dari 35 soal.
Sistem skornya:
jawaban benar = 5 poin
jawaban salah = 0
tidak menjawab = 0
Jadi skor maksimal:
35 × 5 = 175 poin
Misalnya kamu benar 23 soal:
23 × 5 = 115
Nilai TIU kamu adalah 115.
Berapa Nilai Ambang Batas TIU?
Kalau menggunakan acuan resmi CPNS terakhir, nilai ambang batas TIU untuk kebutuhan umum adalah 80 poin.
Dengan bobot 5 poin per jawaban benar:
80 ÷ 5 = 16
Jadi secara matematis, 16 jawaban benar menghasilkan nilai 80.
Tapi angka 80 sebaiknya dipandang sebagai batas minimum, bukan target akhir. Kalau hasil latihan terus berada di 80–85, margin kesalahanmu masih tipis. Lebih berguna kalau kamu mengejar performa yang stabil jauh di atas batas itu.
Baca Juga: Kalau masih bingung cara nilai TIU masuk ke total SKD, cek panduan cara menghitung nilai SKD.
Kesalahan Belajar TIU yang Bikin Progres Lambat
Latihan campuran terus-menerus
Paket campuran memang penting. Tapi kalau deretmu masih lemah lalu setiap hari cuma mendapat dua atau tiga soal deret dari satu paket, progresnya bisa lambat. Lakukan drilling khusus dulu.
Terlalu cepat melihat pembahasan
Begitu soal terasa sulit, langsung buka kunci. Akhirnya pembahasannya terasa jelas, tapi kamu tidak pernah benar-benar berlatih menemukan jalan sendiri. Kasih waktu mencoba dulu.
Menghafal trik tanpa memahami kapan dipakai
Trik cepat memang membantu. Masalahnya, satu trik belum tentu cocok untuk semua tipe soal. Pahami dulu konsep dasarnya.
Mengabaikan waktu
Bisa menjawab benar bukan satu-satunya target. Kalau satu soal deret membutuhkan lima menit, secara ujian tetap berisiko.
Menghindari materi yang paling lemah
Ini yang paling manusiawi. Analogi dapat 90% rasanya enak, jadi dikerjakan terus. Deret dapat 50% bikin kesal, jadi ditunda terus.
Padahal justru deret yang harus masuk jadwal lebih sering.
Setelah akurasi per subkategori mulai membaik, baru uji semuanya dalam satu sesi lewat Tryout Tes CPNS 2026 gratis tanpa syarat.
FAQ Materi TIU CPNS
Apa saja materi TIU CPNS?
Materi TIU terdiri dari kemampuan verbal, numerik, dan figural. Verbal mencakup analogi, silogisme, dan analitis. Numerik terdiri dari berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita. Figural terdiri dari analogi, ketidaksamaan, dan serial.
Apakah TIU hanya berisi soal matematika?
Tidak. Matematika hanya menjadi bagian dari kemampuan numerik. TIU juga menguji kemampuan verbal dan figural.
Berapa jumlah soal TIU?
Pada pola SKD CPNS terakhir terdapat 35 soal TIU, dengan nilai maksimal 175.
Berapa skor untuk satu jawaban benar TIU?
Setiap jawaban benar bernilai 5 poin, sedangkan salah atau tidak menjawab bernilai 0.
Berapa nilai minimal TIU?
Pada CPNS 2024, nilai ambang batas TIU kebutuhan umum adalah 80 poin. Ketentuan CPNS 2026 tetap perlu mengikuti aturan terbaru apabila pemerintah menerbitkan regulasi baru.
Materi TIU apa yang paling sulit?
Tidak ada satu materi yang paling sulit untuk semua peserta. Gunakan hasil latihan untuk melihat subkategori dengan akurasi rendah atau waktu pengerjaan paling lama.
Bagaimana urutan belajar TIU yang bagus?
Mulai dengan mengenali seluruh tipe soal, lakukan tes awal, fokus pada submateri terlemah, lanjutkan drilling, lalu gabungkan semuanya dalam latihan campuran dan simulasi berwaktu.
Apakah cukup menghafal rumus untuk TIU?
Tidak. Rumus membantu untuk numerik, tetapi sebagian besar TIU juga membutuhkan kemampuan membaca pola, penalaran, eliminasi opsi, dan manajemen waktu.
Sumber dan Konteks
Artikel ini disusun oleh Tim Redaksi Tes CPNS sebagai panduan belajar dan konteks penggunaan platform. Lihat juga Kebijakan Editorial dan Tentang untuk memahami standar penulisan kami. Untuk informasi resmi yang bisa berubah, seperti jadwal, syarat, dan ketentuan seleksi, cocokkan juga dengan SSCASN dan BKN.
Langkah berikutnya
Lanjutkan persiapan CPNS
Gabungkan bacaan ini dengan simulasi dan latihan soal: tryout mengukur stamina ujian, latihan harian memperkuat topik lemah, dan materi PDF melengkapi konsep TWK, TIU, serta TKP.





